Perbedaan Karakteristik Kerajaan Suku Aztec dan Inca

Perbedaan Kerajaan Bangsa Aztec dan Bangsa Inca

Berikut ini merupakan uraian terkait ciri khas atau karakterisk kerajaan kuno Aztec dan Kerajaan kuno Inca. Kerajaan suku Aztec mempunyai sebuah ibukota yaitu Tenochtutlan. Tenochtutlan adalah sebuah negara-kota yang menguasai negara-kota lain yang kaya di lembah Meksiko serta kawasan sekitarnya. Seperti orang-orang primitf pada umumnya, bangsa Aztec ini juga mempunyai kepercayaan kepada dewa-dewa.

Selain menyembah matahari, Mereka mempunyai dua dewa yaitu dewa Tezkatlipoka dan Huitzillopochtli. Sedangkan Kerajaan Inca di Peru secara geografis lebih luas daripada Meksiko wilayah Aztec, dan sebagian besar daerahnya terdiri dari gurun atau pegunungan terjal, dengan dearah kantung-kantung kecil diantaranya yang dihuni penduduk.

Penduduknya terbagi menjadi ratusan macam adat, dan bahasa mereka juga bermacam. Tetapi penduduk negeri yang sulit ini mempunyai sesuatu yang tidak dimilki orang Aztec yaitu kemampuan untuk bekerja sama dan menjaga perdamaian.

Kerajaan Suku Aztec

Kerajaan Aztec mempunyai sebuah ibukota yaitu Tenochtutlan. Tenochtutlan adalah sebuah negara-kota yang menguasai negara-kota lain yang kaya di lembah Meksiko serta kawasan sekitarnya. Tenochtitlan diperintah oleh raja yang hampir mutlak kekuasaannya.

Raja yang sekaligus panglima agung ini adalah raja setengah ilahi yang diturunkan dari satu keluarga raja. Ia biasanya menunjukkan penggantinya sendiri, yang menurut kebiasaan dikukuhkan oleh dewan istana. Dewan ini terdiri dari 100 bangsawan yang paling tinggi di antara golongan Aztec. Anggota dewan ini biasanya terdiri dari kerabat raja, dan kebanyakan diangkat oleh raja. Kekuasaan raja ini ia gunakan untuk memberi imbalan atas suatu kesetiaan ataupun pengabdian yang luar biasa dalam perang.

Sebagian besar penduduk Tenochtitlan adalah tukang serta orang biasa yang tidak mempunyai kedudukan khusus, dibawahnya terdapat petani yang mengerjakan ladang. Merekalah yang menjadi tulang punggung ekonomi dari bansa Aztec yang terutama berdasarkan pertanian. Yang paling rendah adalah budak. Budak ini adalah tawanan yang tertangkap dalam perang.

Bangsa Aztec ini memiliki sebuah alat tukar yang unik. Mereka menggunakan biji coklat dan potongan kain sebagai alat untuk bertransaksi. Dan beberapa lagi ada yang mengatakan bahwa tangkai-tangkai bulu yang diisi dengan serbuk emas juga digunakan sebagai alat tukar menukar. 

Seperti orang-orang primitf pada umumnya, bangsa Aztec ini juga mempunyai kepercayaan kepada dewa-dewa. Selain menyembah matahari, Mereka mempunyai dua dewa yaitu dewa Tezkatlipoka dan Huitzillopochtli. Dewa Tezkatlipoka merupakan dewa perang dalam suku Aztec. Huitzilopohtli hampir sama dengan Tezkatlipoka tetapi lebih memberikan peruntungan politik Tenochtitlan.

Bangsa Aztec juga menjadikan tawanan perang mereka sebagai seserahan kepada dewa Huitzilopochtli dan Tezkatlipoka. Bila merebut sebuah kota, tentara Aztec sering membawa patung berhala untuk disembah. Kebanyakan kurban Aztec diperlakukan dengan baik sampai saat kematiannya.

Kerajaan Suku Inca

Kerajaan Inca di Peru secara geografis lebih luas daripada Meksiko wilayah Aztec, dan sebagian besar daerahnya terdiri dari gurun atau pegunungan terjal, dengan dearah kantung-kantung kecil diantaranya yang dihuni penduduk. Penduduknya terbagi menjadi ratusan macam adat, dan bahasa mereka juga bermacam. Tetapi penduduk negeri yang sulit ini mempunyai sesuatu yang tidak dimilki orang Aztec yaitu kemampuan untuk bekerja sama dan menjaga perdamaian.

Kerajaan Inca, yang mulai berkuasa sekitar 800 tahun kemudian, memberi Peru pengalaman besar yang kedua dalam persatuan politik. Kerajaan Inca tentulah menganut sistem kekuasaan mutlak yang dipegang oleh suatu wangsa, tetapi penguasa itu benar-benar beritikad baik. Unsur-unsur pokoknya sudah tumbuh sejak lama.

Orang Inca membagi warganya ke dalam kelompok yang terdiri dari 10 atau kadang 50 keluarga. Salah seorang kepala keluarga diangkat menjadi kepala kelompok, yakni jabatan paling rendah dalam sistem keseluruhan. Sepuluh kepala kelompok bertanggung jawab kepada pejabat yang lebih tinggi, biasanya seorang kuraka, atau kepala, suatu jabatan yang diwariskan turun temurun. Kuraka bertanggung jawab atas 100 keluarga. Kuraka yang lebih tinggi lagi bertanggung jawab atas 1.000 sampai 10.000 keluarga. Di atas kuraka yang tertinggi terdapat bangsawan Inca yang bertugas sebagai penguasa di ibu kota daerah dan bertanggung jawab kepada gubernur. Gubernur adalah penguasa seperempat bagian kerajaan.

Karena wilayah nya yang luas, rakyat diharuskan oleh kerajaan untuk menggarap tanah milik negara. Hasil panen dari tanah tersebut kemudian digunakan untuk membayar kuli dan sebagai sesajen untuk para dewa. Tidak ada matau uang di Inca, dan juga alat tukar menukar seperti yang ada di Aztec. Orang Inca menggunakan sistem barter dalam berdagang.

Dalam kepercayaan Inca ada juga pengurbanan manusia. Tetapi hal tersebut jarang terjadi dan hanya terjadi dalam keadaan darurat saat seperti kelapran, raja jatuh sakit, atau krisis semacam. Tetapi pembunuhan dalam upacara agam semacam ini tidak mempengaruhi kebijaksanaan nasional seperti pada bangsa Aztec.

Meskipun pemujaan matahari merupakan unsur pokok dalam agama Inca, pemujaan leluhur pun dianggap sangat penting. Orang Inca melakukan hal tersebut dengan sangat luar biasa. Di Inca mereka menyimpan mumi dalam bungkusan kain yang konon adalah mumi para Inca yang memerintah pada zaman manko Kapak, Inca yang pertama. Mumi ini diletakan dalam rumah yang besar bagaikan sebuah istana.

Post a Comment

Luangkan sedikit waktu Anda untuk berkomentar. Komentar Anda sangat bermanfaat demi kemajuan blog ini. Berkomentarlah secara sopan dan tidak melakukan spam.