Contoh Pertanyaan Keterampilan Bertanya Dasar dan Tingkat Lanjutan

Keterampilan bertanya adalah kecakapan atau proses fisikal, emosional, dan intelektual untuk mengucapkan sesuatu dimana dari ucapan tersebut meminta respons atau tanggapan dari orang yang mendengar ucapan tersebut.

Seorang pengajar dituntut untuk memiliki keterampilan bertanya secara baik agar dapat menyampaikan maksud dan menggali pengetahuan atau tingkat kompetensi yang dimiliki oleh siswanya terkait materi pelajaran yang diberikan. Oleh karena itu keterampilan bertanya menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh tenaga pengajar atau guru sekolah.

Keterampilan Bertanya Guru dalam Kegiatan belajar Mengajar

Manfaat Penggunaan Keterampilan Bertanya

Penggunaan keterampilan bertanya dalam suatu proses belajar mengajar memberikan banyak manfaat bagi guru sebagai pengajar maupun pada para siswa tentunya. Selain dapat membantu guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, keterampilan bertanya juga bermanfaat dalam banyak hal lainnya misalnya menganalisis kemampuan akademik yang dimiliki oleh para siswa terkait materi pelajaran yang diberikan.

Berikut ini beberapa manfaat keterampilan bertanya dalam proses belajar mengajar:

1. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar

Dengan memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait materi pelajaran yang diberikan, guru dan murid menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih aktif karena adanya partisipasi aktif dari siswa untuk menjawab pertanyaan yang diberikan. Selain itu, dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada siswa, guru dan murid pada akhrinya menjalin komuniaksi dua arah dalam keiatan belajar mengajar.

2. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu

Pemberian pertanyaan kepada siswa dalam kegiatan belajar mengajar dapat membangkitkan rasa ingin tahu siswa terhadap jawaban dari pertanyaan yang diberikan. Siswa akan menjadi lebih memperhatikan materi pelajaran dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar akan menjadi lebih nyaman dilakukan oleh para siswa karena tumbuhnya minat da rasa ingin tahu tersebut.

3. Mengembangkan pola dan cara belajara aktif

Seperti yang sudah di uraikan pada bagian petama, memberikan beberapa pertanyaan kepada siswa terkait materi pelajarana yang diberikan, guru dan murid menciptakan suasana belajar mengajar yang lebih aktif karena adanya partisipasi aktif dari siswa. Hal ini terjadi karena guru dan murid pada akhirnya menjalin komuniaksi dua arah dalam keiatan belajar mengajar.

Pola bejajar aktif tentunya memiliki keunggulan dari pada pola belajar pasif. Dalam pola belajar aktif, siswa dan guru akan lebih sering berinteraksi dengan pertanyaan dan jawaban sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal.

4. Menuntun proses berpikir siswa

Dengan memberikan pertanyaan kepada siswa, guru dapat membantu siswa yang kesulitan dalam memahami isi materi pelajaran. Pertanyaan akan membuat siswa melakukan proses berpikir untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan sehingga isi materi pelajaran yang diberikan oleh guru dapat dipahami oleh siswa.

5. Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang dibahas

Pertanyaan yang diberikan kepada siswa tentunya bertujuan untuk membuat siswa memusatkan perhatiannya terhadap masalah atau isi materi pelajaran yang diberikand alam kegiatan belajar mengajar. Dengan memberikan pertanyaan, perhatian siswa yang teralihkan oleh hal lain dapat kembali terpusat ke dalam materi pelajaran.

Contoh Pertanyaan Berdasarkan Keterampilan Bertanya

1. Ketarampilan Bertanya Dasar

Berikut ini Contoh Pertanyaan Keterampilan Bertanya Dasar jika dibedakan berdasarkan jenis keterampilan bertanya yang dimiliki guru:

a. Jelas dan singkat

Pertanyaan hendaknya singkat dan jelas, dengan kata-kata yang dipahami siswa. Pertanyaan yang berbelit-belit tidak akan dipahami sehingga kemungkinan besar siswa tidak dapat menjawabnya. Susunan kata-kata harus disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan siswa. Contoh:

  1. Berapa hasil penjumlahan dari 5 + 5?
  2. Siapa yang bertugas membersihkan papan tulis hari ini?
  3. Dapatkah kalian menemukan inti permasalahan topik bahasan kali ini?

b. Pemberian acuan

Sebelum pertanyaan diajukan, kadang-kadang guru perlu memberi acuan pertanyaan yang berisi informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa. Pemberian acuan ini akan banyak menolong siswa mengarahkan pikirannya kepada pokok bahasan yang sedang dibahas. Contoh:

  1. Komponen-komponen bertanya dibagi menjadi 2 macam yaitu keterampilan bertanya dasar dan lanjutan. Apakah perbedaan keduanya?
  2. Salah satu unsur penyusun sebuah paragraf adalah ide pokok paragraf. Apakah unsur pembentuk lainnya dari sebuah paragraf?
  3. Acuan pertanyaan harus berisikan informasi yang relevan dengan jawaban yang diharapkan dari siswa. Apakah tujuan pemberian acuan pertanyaan tersebut?

c. Pemusatan

Pertanyaan dapat dibagi menjadi pertanyaan luas dan pertanyaan sempit. Pertanyaan luas menuntut jawaban yang umum dan cukup luas, sedangkan pertanyaan sempit menuntut jawaban yang khusus spesifik. Pertanyaan yang sempit menuntut pemusatan perhatian siswa pada hal-hal yang khusus yang perlu didalami. Contoh:

  1. Di dalam naskah cerita tersebut, siapakah yang menjadi tokoh antagonis?
  2. Di dalam naskah cerita tersebut, bagaimanakah sudut pandang yang digunakan penulis?
  3. Di dalam naskah cerita tersebut, apakah pesan moral yang ingin disampaikan penulis?

d. Pemindahan giliran

Ada kalanya sebuah pertanyaan lebih-lebih pertanyaan yang cukup kompleks, tidak dapat dijawab secara tuntas oleh seorang siswa. Dalam hal ini, guru perlu memberikan kesempatan kepada siswa lain dengan cara pemindahan giliran. Artinya, setelah siswa pertama memberi jawaban, guru meminta siswa kedua melengkapi jawaban tersebut, kemudian meminta lagi siswa ketiga dan seterusnya. Contoh:

  1. Alur cerita terbagi menjadi beberapa jenis, apa saja macam jenis alur cerita?
  2. Apa yang membedakan alur cerita maju, mundur dan campuran?
  3. Bagaimana struktur cerita berdasarkan jenis-jenis alur cerita tersebut?

e. Penyebaran

Penyebaran pertanyaan berarti menyebarkan giliran untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru. Teknik penyebaran perlu diperhatikan guru, lebih-lebih bagi guru yang biasa mengajukan pertanyaan pada siswa tertentu. Ada kalanya guru melupakan siswa yang duduk di deretan belakang, sehingga aman untuk dari kejaran guru. Contoh:

  1. Siswa A, Apa yang dimaksud dengan idgam bigunnah?
  2. Siswa H, Bagaimana contoh bacaan surah yang menggunakan hukum bacaan idgam bigunnah?
  3. Siswa Z, Apakah contoh bacaan idgam bigunnah dari siswa H sudah tepat?

f. Pemberian waktu berpikir

Untuk menjawab satu pertanyaan, seseorang memerlukan waktu untuk berpikir. Demikian juga seorang siswa yang harus menjawab pertanyaan guru memerlukan waktu untuk memikirkan jawaban pertanyaan tersebut. Oleh karena itu, setelah mengajukan pertanyaan guru hendaknya menunggu beberapa saat sebelum meminta atau menunjuk siswa untuk menjawabnya. Contoh:

  1. Si Toni berangkat dari titik A menuju kota B Sejauh 5Km ke arah Timur, Kemudian ia balik dari Kota B menuju desa C sejauh 2 Km. Berapa jauh jarak perpindahan Toni dar titik A ke Desa C?
  2. Jika Budi memiliki 5 ekor ayam. Keseluruhannya adalah campuran ayam jantan dan betina. jika 3 diantaranya adalah ayam jantan, berapakah jumlah ayam bertina Budi?
  3. Berapakah jumlah huruf hijaiyah?

g. Pemberian tuntunan

Kadang-kadang pertanyaan yang diajukan guru tidak dapat dijawab oleh siswa, ataupun jika ada yang menjawab, jawaban yang diberikan tidak seperti yang diharapkan. Dalam hal ini guru tidak boleh hanya diam dan menunggu sampai siswa menjawabnya. Guru harus memberikan tuntunan yang memungkinkan siswa secara bertahap mampu memberikan jawaban yang diharapkan. Tuntunan dapat diberikan antara lain sebagai berikut :

  • Memparafrasa, yaitu mengungkapkan kembali pertanyaan dengan cara lain yang lebih mudah dan sederhana, sehingga lebih dipahami oleh siswa
  • Mengajukan pertanyaan lain yang lebih sederhana yang dapat menuntun siswa menemukan jawabannya.
  • Mengulangi penjelasan / informasi sebelumnya yang berkaitan dengan pertanyaan yang diajukan.

Contoh pertanyaan awal: Jika Budi memiliki 5 ekor ayam. Keseluruhannya adalah campuran ayam jantan dan betina. jika 3 diantaranya adalah ayam jantan, berapakah jumlah ayam bertina Budi?

  • Parafrasa: Budi memiliki 5 ekor ayam campuran betina dan jantan. Jika tiga ekor diantaranya merupakan ayam jantan, Ayam betina milik Budi berjumlah?
  • Pertanyaan lain: Hasil dari 5 dikurang 3 adalah?
  • Menulangi penjelasan: Jika 5 ekor ayam campuran jantan dan betina di kurangi 3 ekor ayam jantan, maka berapa jumlah ayam betina?

2. Keterampilan Bertanya Tingkat Lanjutan

Berikut Contoh Pertanyaan Keterampilan Bertanya Tingkat Lanjut jika dibedakan berdasarkan jenis keterampilan bertanya yan dimiliki guru:

a. Pengubahan tuntunan tingkat kognitif

Guru hendaknya mampu mengubah pertanyaan dari tingkat kognitif yang hanya sekedar mengingat fakta menuju pertanyaan aspek kognitif lain, seperti pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Contoh:

  1. Apakah kesimpulan dan informasi penting dari penggalan paragraf tersebut?
  2. Apakah jenis kalimat tersebut termasuk jenis kalimat majemuk setara ataukah kalimat majemuk bertingkat?
  3. Berdasarkah hasil laporan ilmiah tersebut, rumusan masalah penelitian yang digunakan penulis adalah?
  4. Metode apakah yang digunakan dalam mengidentifikasi persebaran jumlah penduduk dalam makalah tersebut?
  5. Bagaimanakah hasil akhir dari laporan penelitian tersebut?

b. Pengaturan urutan pertanyaan

Pertanyaan yang diajukan hendaknya mulai dari yang sederhana menuju yang paling kompleks secara berurutan. Jangan mengajukan pertanyaan bolak balik dari yang mudah atau yang sederhana kepada yang sukar kemudian kepada yang sukar lagi.

  1. Apa yang dimaksud dengan upaya bela negara?
  2. Apakah peraturan yang mengatur tentang upaya bela negara?
  3. Mengapa seseorang harus melakukan upaya bela negara dalam kehidupan sehari-hari?
  4. Siapa saja yang elemen yang harus melakukan upaya bela negara?
  5. Bagaimana contoh upaya bela negara dalam setiap elemen masyarakat tersebut?

c. Pertanyaan pelacak

Pertanyaan pelacak diberikan jika jawaban yang diberikan peserta didik masih kurang tepat. Ada tujuh teknik pertanyaan pelacak, yaitu :

1. Klarifikasi

Jika jawaban yang diajukan peserta didik belum begitu jelas, maka guru dapat melacak jawaban peserta didik dengan pertanyaan lanjutan atau pertanyaan lacakan agar peserta didik tersebut mengungkapkan kembali dengan kalimat lain.

Contoh: Apa yang dimaksud dengan ide pokok paragraf? Apa yang kamu maksud dengan kalimat utama?

2. Meminta peserta didik memberikan alasan

Pertanyaan ini diajukan guru untuk meminta peserta didik memberikan alasan terhadap jawaban yang diajukannya.

Contoh: Menurut kamu dalam naskah cerita tersebut, sudut pandang pengarang menggunakan sudut pandang orang ke tiga, mengapa demikian?

3. Meminta kesepakatan jawaban

Pertanyaan ini diajukan kepada peserta didik lain untuk memperoleh kesepakatan bersama tentang jawaban yang telah diajukan.

Contoh: Dalam naskah cerita tersebut menurut Jawaban si A, sudut pandang pengarang adalah menggunakan sudut pandang orang ke tiga. Bagaimana menurutmu?

4. Meminta ketepatan jawaban

Apabila jawaban yang diajukan peserta didik belum mencapai sasaran yang diharapkan, maka guru dapat mengajukan pertanyaan lanjut untuk memperoleh jawaban yang lebih tepat.

Contoh: Dalam naskah cerita tersebut menurut Jawaban si A, sudut pandang pengarang adalah menggunakan sudut pandang orang ke tiga, sedangkan menurut si B adalah sudut pandang orang pertama. Manakah sudut pandang pengarang yang tepat?

5. Meminta jawaban yang lebih relevan

Jika jawaban yang diajukan oleh peserta didik kurang relevan dengan materi standar, maka guru dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk memperoleh jawaban yang lebih relevan.

Contoh: Jenis-jenis prosa terbagi menjadi beberapa macam, apa sajakah jenis tersebut? Apakah perbedaan dari macam-macam prosa tersebut?

6. Meminta contoh

Jika jawaban yang diajukan peserta didik belum jelas maksudnya, maka guru dapat mengajukan pertanyaan lanjutan untuk meminta contoh atau ilustrasi atas jawaban yang diajukannya.

Contoh: Upaya bela negara menurut kamu dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, lalu bagaimanakah contoh upaya bela negara yang bisa dilakukan oleh pelajar?

7. Meminta jawaban yang lebih kompleks

Jika jawaban yang diajukan peserta didik masih sederhana, maka guru dapat memberikan pertanyaan lanjutan untuk memperoleh jawaban yang lebih luas.

Contoh: Bagaimana cara tumbuhan membuat makanannya sendiri? Apa saja proses yang terjadi dalam fotosintesis tumbuhan?

d. Mendorong terjadinya interaksi

Untuk mendorong terjadinya interaksi, hal yang harus diperhatikan adalah:

1. Pertanyaan hendaknya dijawab oleh peserta didik, tetapi seluruh peserta didik diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya bersama teman dekatnya.

Contoh:

Bagaimanakah contoh upaya bela negara yang dilakukan oleh TNI? Diskusikanlah dengan teman sebangku kalian dan berikan satu jawaban contoh upaya bela negara tersebut.

Diskusikanlah bersama teman kelompokmu, mengapa pemerintah perlu menetapkan kebijakan luar negeri?

2. Guru hendaknya menjadi dinding pemantul, jika ada peserta didik yang bertanya, janganlah dijawab langsung, tetapi dilontarkan kembali kepada seluruh peserta didik untuk didiskusikan.

Contoh:

Sungguh pertanyaan yang bagus dari siswa A, Nah bagaimana menurut pendapat kalian semua terkait pertanyaan A tentang pengaruh globalisasi dialam kehidupan sosial?

Post a Comment

Luangkan sedikit waktu Anda untuk berkomentar. Komentar Anda sangat bermanfaat demi kemajuan blog ini. Berkomentarlah secara sopan dan tidak melakukan spam.